Download versi cetak: 1431_KebaktianSore_2026_5-Apr_STong

Hubungan Kelahiran, Kematian dan Kebangkitan Tuhan Yesus

Pdt. Dr. Stephen Tong

*Ringkasan khotbah ini belum diperiksa pengkhotbah

Selamat hari Paskah. Hari ini kita sungguh bersukacita karena kita telah memasuki masa yang paling penting dalam kekristenan. Sejak Yesus lahir, hari yang paling agung di seluruh dunia adalah hari Paskah. Hari Natal adalah hari di mana sejarah dunia terbelah menjadi dua, tentu ini adalah hari yang sangat penting. Bagian pertama adalah sejarah manusia, di mana Tuhan belum datang ke dunia dengan manusia. Bagian yang kedua adalah sejak Tuhan datang ke dunia, hidup dengan manusia. Iman manusia sebelum Allah datang dan setelah Allah datang ke dunia, sangatlah berbeda. Di dalam salah satu pujian Natal ada sebuah kalimat, Fajar keselamatan telah datang.” Keselamatan untuk dunia sudah datang. Dengan adanya hari ini, hidup manusia telah mempunyai sebuah pengharapan yang baru. Ini tidak ada dalam agama lain. Orang yang tidak bisa melihat perbedaan ini, menganggap semua agama sama. Orang yang hanya melihat kesamaan di antara berbagai hal adalah orang yang tidak bijak. Janganlah kita menjadi orang yang demikian. Orang bijak dapat melihat perbedaan satu dengan lainnya. Bila ada orang yang berkata, “Saya mau menikah,” Lalu kita tanya, “Mau menikah dengan siapa?” Dia berkata, “Siapapun boleh, yang penting wanita.” Kalau kita mulai tertawa, artinya kita sadar orang ini adalah orang bodoh. Setiap orang berharap pasangan hidupnya lebih cantik dari orang lain. Kita tidak mungkin berkata yang penting wanita. Karena pikiran seperti ini terlalu dangkal. Cara pilih seperti ini terlalu bodoh. Apalagi dalam memilih agama.

Hari ini mari kita melihat di manakah perbedaan kekristenan dengan agama lain. Yang pertama, kekristenan mempunyai hari Natal. Hari Natal mengingat bagaimana Anak Allah datang ke dunia menjadi manusia. Kita tidak mungkin berkata hari ini sama dengan hari yang lain. Tentu kita setuju melihat hari Natal sebagai hari yang agung. Tapi berikutnya pertanyaan kedua, mengapa orang di jaman gereja mula-mula justru melihat hari Paskah sebagai hari yang teragung? Karena di dalam sejarah tidak ada orang yang bangkit sendiri dari kematian. Apa yang menjadi kontradiksi terbesar dalam hidup manusia? Tidak ada satu orangpun yang tidak ingin tahu apa itu kematian. Tetapi setelah orang mati, tidak ada satu orangpun yang sanggup memberitahu apa rasanya mati. Orang yang sudah mati tidak mungkin kembali lagi. Manusia hanya dapat terus menunggu, tapi tetap tidak ada jawaban untuk kematian. Namun tiba-tiba ada satu orang yang mati dan bangkit. Sehingga mulai saat itu manusia mulai ada kemungkinan mendapat jawaban tentang rahasia kematian. Siapakah yang mati lalu bangkit? Yesus Kristus. Wahyu 1: 18 memberitahu kita, Yesus sendiri berkata, “Aku telah mati, namun lihatlah Aku hidup sampai selamanya.” Kalimat ini di dalam sejarah manusia tidak pernah diucapkan orang yang lain, tidak layak diucapkan orang lain dan tidak mungkin diucapkan orang lain. Bila orang di sebelah Anda berkata, “Kemarin saya sudah mati dan pagi ini saya bangkit.” Dengar kalimat seperti ini, mungkin kita langsung lari dan kita mungkin berpikir, jadi kamu masih manusia bukan? Socrates telah mati, dia tidak bangkit. Konfusius telah mati, dia tidak bangkit. Mencius telah mati, dia tidak bangkit. Montesquieu telah mati, dia tidak bangkit. Rene Descartes telah mati, dia tidak bangkit. Immanuel Kant telah mati, dia tidak bangkit. Di dalam sejarah manusia hanya ada satu orang yang bangkit dari kematian yaitu Yesus Kristus. Bila orang Kristen sudah yakin akan kebenaran ini, orang Kristen yang demikian akan melihat hari Paskah adalah hari agung.

Pertama, hari Tuhan lahir di dunia adalah hari yang agung karena fajar keselamatan telah tiba, Sejarah dunia berubah. Hari yang kedua adalah hari kita mengingat bagaimana Yesus bangkit dari kematian. Paskah adalah hari yang agung. Kalau ditanya mengapa Paskah lebih agung dari Natal, saya menjawab dengan kalimat sederhana, lahir itu mudah, tapi bangkit dari mati itu tidak mudah. Setelah Yesus lahir, suatu hari Dia harus mati, lalu setelah Dia mati, Dia harus bangkit kembali. Kebangkitan Yesus dari maut adalah sebuah kesuksesan yang tidak sanggup diraih oleh siapapun di dalam sejarah manusia. Maka kebangkitan Yesus tentu adalah hal yang lebih sukses dibandingkan kelahiran Yesus. Kelahiran Yesus di dunia ini adalah untuk membuktikan bahwa Dia mempunyai hidup yang kekal. Demikian Dia juga mempunyai kuasa menang dari maut. Dan Dia juga sukses mengalahkan kuasa maut. Maka dari itu, kebangkitan Yesus adalah hari lebih agung dibandingkan hari Yesus lahir. Ini adalah perbandingan antara hari Natal dan hari Paskah.

Jika dibandingkan antara Natal, Paskah dan Jumat Agung, saya mengatakan bahwa Jumat Agung adalah yang teragung. Apa relasi antara kelahiran dan kematian Yesus? Selain itu, apa hubungan antara kematian dan kebangkitan Yesus? Setiap orang lahir, setiap orang mati. Tetapi asal permulaan lahirnya Yesus itu berbeda dengan manusia umumnya. Selain itu, tujuan kematian Yesus juga berbeda dengan kematian manusia. Yesus lahir. Yesus lahir dari mana? Yesus mati. Apa tujuan Yesus mati? Seseorang lahir dunia secara pasif. Tidak ada orang yang lahir sebelumnya minta dulu kepada orang tuanya untuk melahirkan dia. Setiap orang lahir di dunia ini secara pasif. Orang lahir oleh karena ayah dan ibu saling mencintai lalu mereka melahirkan anak. Mengapa kamu lahir di dunia ini? Saya tidak tahu mengapa saya lahir. Saya juga tidak menyangka saya lahir. Saya juga tidak menyuruh ayah ibu saya untuk menikah dan melahirkan saya. Tidak ada orang yang tahu dari manakah asal mereka. Tidak ada orang yang tahu apa tujuan mereka lahir di dunia. Setiap manusia lahir secara pasif di dunia ini. Dan manusia juga mati secara pasif. Manusia tidak tahu mengapa ia lahir. Manusia juga tidak rela untuk mati. Manusia lahir secara pasif, dan pada akhirnya mau tidak mau harus mati.

Ketika Yesus Kristus lahir di dunia ini, dia lahir secara aktif. Yohanes 16:28 memberitahukan pada kita, Yesus berkata, “Aku datang dari Bapa, datang ke dunia.” Kalimat kedua, Aku meninggalkan dunia kembali ke Bapa. Dengar baik-baik, tidak pernah ada siapapun yang berkata kalimat serupa dalam Yohanes 16:28. Hanya satu orang, yaitu Yesus Kristus yang pernah mengatakan kalimat ini. “Aku datang dari Bapa, datang ke dunia. Aku meninggalkan dunia, pergi kepada Bapa.” Apa maksud kalimat ini?  Kalimat ini berarti dalam sejarah manusia hanya ada satu orang yang memberitahu kita dari mana dia datang dan untuk apa dia datang. Tidak pernah ada satu orangpun di dalam sejarah manusia yang sanggup untuk memberitahu dari mana dia datang dan ke mana dia pergi.

Kelahiran Yesus sangatlah agung. Dalam Alkitab ada satu kalimat mengatakan, “Yesus datang ke dunia khusus untuk mati dan juga untuk mengalahkan penguasa maut.” Kalimat yang istimewa seperti ini, setiap kali saya membacanya, mengucapkannya, saya sungguh tergugah. Tidak ada orang yang lahir ke dunia dengan tujuan seperti ini. Semua manusia  lahir, dan karena manusia berdosa, maka harus mati. Tetapi Yesus tidak berdosa. Yesus dengan statusnya sebagai Sang Kudus lahir di dunia, Yesus tidak berdosa, maka Dia tidak seharusnya mati. Mengapa Yesus harus datang ke dunia? Karena Dia datang untuk mengalahkan penguasa maut, yaitu iblis. Dengan demikian Dia telah muncul sebagai Sang Pemenang di dalam sejarah manusia. Kristus datang ke dunia ini demi kita, Dia mati di atas kayu salib. Bila Kristus tidak datang, Dia tidak dapat hadir di dalam peperangan itu. Kristus harus berperang. Demikian menyatakan kemenanganNya. Kita bersyukur kepada Tuhan. Kristus datang untuk mati. Kristus mati untuk menyatakan Dia menang atas mati. Kristus yang demikian tidak dimiliki oleh agama dan budaya manapun. Demi Dia mati, Dia harus lahir. Oleh karena itu, kematian Kristus adalah tujuan Dia lahir. Ini adalah hubungan pertama yang kita lihat.

Sekarang hubungan yang kedua, apa hubungannya kematian dan kebangkitan Kristus? Kristus sungguh-sungguh disalib. Dia sungguh-sungguh dicambuk dan tubuhNya penuh dengan darah sampai mati. Mengapa Dia mati? Tujuan Dia mati adalah untuk masuk ke dalam alam kuasa maut untuk mengalami maut itu sendiri. Dia harus berperang dengan setan. Perang antara penguasa maut dengan Kristus menyatakan Yesus menang. Penguasa maut itu kalah. Ketika Yesus berperang dengan sang penguasa maut itu dengan dahsyat, Yesus memakai kuasaNya untuk menang dalam peperangan yang sengit ini. Yesus menang atas kuasa maut. Yesus telah mendobrak dan telah bebas dari kuasa maut. Alkitab mencatat sebuah ayat yang sangat agung itu, “Kalian telah membunuh Penghulu hidup. Tetapi Tuhan Allah telah membebaskan Dia dari maut.” Siapa yang dimaksud dengan kalian di sini? Orang Yahudi. Siapa Penghulu hidup itu? Yesus. Mengapa menyebut Yesus sebagai Penghulu hidup?

Yesus juga disebut sebagai Tuhan atas alam semesta. Ini adalah sebutan yang sangat khusus sebagai Pencipta langit dan bumi. Alkitab menyebut Yesus sebagai Penghulu hidup. Mengapa? Karena hidup adalah fenomena umum. Hidup itu adalah sebuah hak yang dimiliki oleh semua makhluk. Malaikat mempunyai hidup, manusia mempunyai hidup, binatang punya hidup. Begitu banyak jenis hidup yang kita lihat, jutaan di dalam sekeliling hidup kita. Ini semua adalah hal-hal yang tidak dapat diciptakan oleh ilmuwan. Seberapa hebatnya ilmuwan pun tidak sanggup menciptakan hidup. Semut yang kecil kita tekan langsung mati, tapi tidak ada yang sanggup membangkitkan dia lagi. Kita hanya sanggup merusak hidup. Tidak ada satu orangpun yang sanggup memutar balikkan hidup. Alkitab bukan mencatat kalian telah membunuh hidup Yesus. Saya makin merenungkan, saya takjub dan bahkan merasa takut, betapa agungnya kalimat-kalimat dalam Alkitab.

Tahukah saudara makna dari kalimat ini? Kalian telah membunuh Yesus? Kalian tidak kenal siapa itu Yesus? Yesus itu adalah sumber dari segala hidup. Yesus adalah penguasa dari seluruh hidup. Bagaimana mungkin engkau sanggup membunuh dia? Tahukah siapa yang kamu bunuh itu? Orang Yahudi mengira dengan matinya Yesus, agama Yudaisme tidak tidak lagi ada ancaman. Mereka tidak tahu Yesus yang mereka bunuh bukan manusia biasa. Mereka tidak tahu bahwa Yesus berkuasa atas segala kehidupan di seluruh dunia. Yesus Kristus adalah Penghulu hidup. Ketika Dia dibunuh, Dia tetap mempunyai kuasa untuk memelihara segala hidup yang lain di dunia ini. Bila bukan demikian, ketika Yesus mati, maka semua hidup di dunia ini juga akan berakhir. Lalu apa yang terjadi setelah Yesus mati? Alkitab mencatat Tuhan Allah melepaskanNya. Tuhan Allah telah mengakhiri penderitaanNya. Yesus dibangkitkan dari kematian. Kelahiran Yesus adalah demi Dia mati. Kematian Yesus untuk menyatakan bahwa Dia tidak dapat dihancurkan oleh kematian itu sendiri. Natal bukan tujuan terakhir Yesus. Hari Natal kelahiran Yesus adalah demi kematian Yesus. Kematian Yesus justru untuk menyatakan kepada semua manusia bahwa Dia lahir demi Dia mati. Dia mati demi Dia bangkit.

Jadi bukankah berarti hari Paskah paling penting? Tapi mengapa saya justru berkata hari kematian Yesus lebih penting daripada hari kebangkitanNya? Kematian Yesus adalah yang tidak seharusnya terjadi. Kebangkitan Yesus memang seharusnya terjadi. Juru selamat agung yaitu Yesus sendiri. Dia memang sepatutnya menang dari kematian dan Dia bangkit, maka bangkit tidak begitu istimewa. Yesus pada dasarnya adalah Penghulu hidup, maka Dia pasti akan bangkit. Yesus rela mati, hal ini tidak dapat ditentukan oleh manusia siapapun. Karena kematian Yesus bukan kematian yang pasif mau tidak mau harus mati, tetapi Dia rela mati demi manusia. Yesus secara proaktif datang ke dunia untuk mati. Dia secara khusus tunduk kepada perintah Tuhan Allah sampai mati. Sampai mati di atas kayu salib. Yesus boleh pilih tidak mati. Tapi mengapa Yesus justru rela mengorbankan diriNya. Ini adalah keagungan Tuhan Yesus.

Matthias Grunewald melukiskan Yesus disalib dengan luar biasa. Kepala Yesus menunduk, kedua lengannya tergantung. Tubuhnya sangat kurus dan kelihatannya hanya ada tulang. Yesus bukan hanya saja kedua lengan dan kedua kakinya yang dipaku, tetapi mengapa tubuhnya begitu banyak lubang? Alkitab mencatat bagaimana Pilatus menyerahkan Yesus kepada prajurit Romawi untuk dicambuk. Berapa kali prajurit Romawi mencambuk? Hukuman cambuk Romawi adalah hukuman yang sangat terkenal di seluruh dunia. Kebanyakan penjahat yang dicambuk di sejarah Romawi setelah selesai dicambuk tidak lama kemudian akan mati. Sejak hukuman cambuk ada di Romawi sampai sekarang Singapura masih mempunyai hukum cambuk. Namun cambuk yang dipakai di Singapura beda dengan cambuk Romawi. Hukuman cambuk Romawi empat puluh kali. Cambuk yang di Singapura mungkin sekali cuma hanya dua  – tiga kali. Mengapa demikian? Karena cambuk di Singapura sangat serius, yaitu cambuk yang sangat panjang. Lalu dipukul ke tubuh penjahat dan kemudian ditarik kembali cambuknya. Yang mencambuk perlu dilatih berkali-kali, tidak boleh cambuk kena kepala penjahat. Ini adalah peraturan dari pemerintah Singapura. Lalu ketika cambuk itu ditarik mungkin akan membuat kulit itu tercabik, mungkin demikian akan darah tercurah dari tubuh. Demikian sekali dicambuk akan menderita seumur hidup. Bukan hanya menderita fisik, tapi juga ada derita hina secara batin. Prajurit Romawi mencambuk harus empat puluh kali. Dan mereka punya peraturan lagi. Kalau sampai cambuk lebih dari empat puluh kali, maka sang pencambuk itu harus dicambuk juga. Maka orang pemegang cambuk itu diijinkan untuk mengurangi satu kali. Jangan sampai karena salah hitung, akhirnya malah menambah satu orang penjahat. Maka mereka terus mencambuk sampai 39 kali. Oleh karena itu, Yesus dicambuk merupakan peristiwa yang sangat-sangat menyedihkan. Cambuk itu mempunyai tujuh cabang dan setiap cabang itu ada tujuh kait dari besi. Sehingga setiap kali cambuk itu mengenai tubuh manusia, akan ada empat puluh sembilan kait besi yang kena kulit manusia dan merobek kulit manusia sehingga ada empat puluh sembilan lubang. Dalam sejarah manusia tidak ada negara yang menghukum manusia sedemikian rupa. Empat puluh sembilan lubang dikali empat puluh kali cambuk. Total berapa? Berbagai seniman di seluruh dunia sepanjang sejarah tidak ada yang melukis dengan tepat. Saya pribadi hanya setuju lukisan Matthias Grunewald yang berasal dari Jerman ini. Dia sungguh-sungguh tepat menggambarkan peristiwa Yesus disalib.

Setelah Yesus dicambuk, Dia disalibkan. Ribuan lubang di tubuhnya yang mengalirkan darah. Demikian Dia digantung di atas kayu salib. Saya yakin kita tidak ada orang yang sanggup mengerti dengan utuh makna kematian Yesus. Tidak ada orang yang sanggup sungguh-sungguh mengalami dan mengerti kesakitan Yesus. Di hari itu Anak Allah disalibkan, tubuhNya penuh dengan luka. Darah terus-menerus mengalir. Ribuan lubang telah timbul di tubuhNya. Sangat menyedihkan Dia digantung di atas kayu salib. Bapak, Ibu, Sdr, Sdri yang saya kasihi, hendaknya kita sungguh melihat hari Jumat Agung sebagai hari yang teragung. Janganlah kita hanya bersukacita di hari Natal dan Paskah. Di antara kelahiran Yesus dan kebangkitan Yesus ada kematian Yesus. Bila bukan untuk mati, Yesus tidak perlu lahir. Bila bukan untuk menang atas penguasa maut, Yesus juga tidak harus naik ke atas kayu salib. Maka kematian Yesus adalah tujuan kelahiran Yesus. Salib Yesus adalah dasar fondasi kebangkitanNya. Maka dari itu hari yang paling agung bagi saya adalah hari di mana Yesus disiksa, Yesus menderita, Yesus dibuang, Yesus dibunuh. Ketika Yesus Kristus mati di atas kayu salib, di hari itu juga Dia telah menarik jutaan orang datang ke hadapan Tuhan. Kita bersyukur kepada Tuhan. Orang yang lupa akan Golgota juga tidak mengerti akan keselamatan dari Tuhan. Orang yang lupa akan taman Getsemani juga tidak mengerti akan penderitaan Yesus. Orang yang lupa akan Yesus yang dicambuk itu juga akan lupa untuk bersyukur kepada Tuhan. Kiranya Tuhan menolong kita semua untuk mengingat Yesus. Bukan mengingat anugerahNya, tetapi mengingat penderitaanNya. Bukan mengingat keselamatan saja, tetapi mengingat kematian yang menggantikan kita. Tuhan, tolonglah ingatkan saya akan Getsemani agar saya tidak lupa penderitaan Yesus, agar saya tidak lupa kematian Yesus, agar saya tidak lupa sengsara Yesus, kutukan Yesus dan salib Yesus. Hari Paskah, Yesus telah bangkit, maut telah dikalahkan, setan telah mundur. Salib Kristus telah menjadi kemuliaan sampai selamanya. Kematian Yesus telah menjadi jalan bagi kita kembali ke hadapan Tuhan. Jalan salib menuju surga, yaitu jalan salib yang telah digenapi oleh Yesus yang telah bangkit menyelamatkan kita sampai akhir. Kita bersyukur kepada Tuhan.

Close
Close Search Window