Download versi cetak: 1421_KebaktianSore_25Jan2026_STong

Panggilan Tuhan kepada Daud (9)

2 Samuel 13:1-39

Pdt. Dr. Stephen Tong

*Ringkasan khotbah ini belum diperiksa pengkhotbah

Pasal yang sangat khusus karena Alkitab tidak pernah memakai satu pasal untuk menceritakan nasib buruk dari seorang gadis yang cantik. Sore hari ini mari kita mendengar baik‑baik apa yang terjadi dalam sejarah yang menjadi pengajaran untuk seluruh umat manusia. Ada seorang anak raja namanya Amnon. Dia terpesona dan mendadak mencintai adiknya sendiri meskipun bukan dari ibu yang sama. Hal ini mungkin sering terjadi di antara anak laki‑laki karena terpengaruh oleh cantiknya seorang gadis. Dia tidak bisa tidur, dia tidak bisa makan, dia tidak mengetahui bagaimana melangsungkan hidupnya. Kecantikan seorang gadis kadang‑kadang menjadi satu kecelakaan bagi lelaki. Sebenarnya adalah satu bahagia kalau bisa mencintai seorang anak perempuan yang cantik sekali. Tetapi kesulitan adalah perempuan itu adalah anak raja dan mereka satu keluarga.

Di dalam kebiasaan orang Israel dan di seluruh dunia tidak diijinkan menikah dengan adik perempuan sendiri. Kesulitan karena kebudayaan ini membuat dia tidak bisa tidur, tidak bisa makan, dan tidak bisa terus hidup demikian. Dia harus mencabut cintanya karena tidak mungkin dia mencintai perempuan ini terus. Tetapi pada waktu dia mau mencabut cinta ini, dia rasa tidak mungkin karena akarnya terlalu dalam. Dia cuma bisa mengeluh, tapi dia tidak bisa menyelesaikan persoalan itu. Saya kira kita hampir tidak pernah ada pengalaman sesulit seperti ini.

Hari-hari berlalu, dia menjadi sakit, makin kurus dan lemah, menjadi orang tidak ada pengharapan. Bolehkah dia terus mencintai? Kalau tidak boleh, bagaimana bisa menyelesaikan kesulitan seperti ini. Pada waktu tidak tahu jalan keluar, ada seorang teman datang kepada dia. Itu teman masih keluarganya sendiri. Bahasa Indonesia mengatakan orang itu sangat cerdik, tetapi di terjemahan lain, orang itu sangat licik dan tidak jujur. Dia bertanya kepada Amnon, “Mengapa engkau menjadi kurus dan lemah? Katakanlah apa kesulitanmu yang membelenggu hidupmu.” Amnon berkata, “Saya jatuh cinta kepada perempuan yang cantik sekali, tetapi sebab dia adalah adik, saya tidak ada jalan keluar harus bagaimana menyambung hidupku.” Yonadab berkata kepada dia, “Tidak usah kuatir. Saya ada strategi untuk menolong engkau. Engkau boleh pura‑pura sakit keras, tidur di kamarmu, tidur di tempat tidurmu. Pasti raja akan datang menjenguk kamu. Engkau katakan pada raja bahwa engkau perlu seorang yang memasakkan makanan, supaya engkau boleh sehat kembali. Kalau ditanya siapakah yang seharusnya memberi makanan untuk menolong kesehatanmu, mintalah adikmu ke rumahmu.” Yonadab yang hatinya busuk, orangnya tidak jujur, memberikan pengajaran yang salah ini kepada Amnon. Maka Amnon betul‑betul pura‑pura menjadi orang yang sakit keras, tidur di rumahnya Raja Daud datang membesuk dia. “Mengapa engkau begitu susah? Mengapa engkau begitu kurus? Mengapa engkau sakit begitu keras? Bicarakan kesulitanmu.” “Papa, saya perlu makanan. Saya harap ada seorang datang menyiapkan makanan supaya saya bisa makan memulihkan kesehatan saya. Paling cocok adalah adik saya yang namanya Tamar.” Daud tidak memikirkan kemungkinan buruk. Dia mengijinkan Tamar untuk datang. Maka adiknya yang cantik ini pergi ke rumah, masuk ke dalam kamar Amnon, dan berkata, “Aku akan menyiapkan makanan untukmu.” Ini merupakan suatu hal yang diinginkan sudah berbulan‑bulan, baru sekarang tercapai. Lalu sesudah masak selesai, dibawa ke kamarnya kakaknya Amnon itu. Tetapi hatinya Amnon bukan makanan. Hatinya hanya kepada satu tujuan, adik perempuan yang cantik ini. Kecantikannya sudah menawan dia, sudah mengganggu dia. Berbulan‑bulan tidak bisa tidur, berbulan‑bulan tidak bisa hidup dengan nyaman. Sekarang perempuan ini berada di depan dia. Pada waktu dia mengambil kue dari tangan gadis yang cantik ini, dia pegang tangan itu. Dia mulai memikirkan yang tidak‑tidak. Jikalau engkau jatuh cinta kepada seorang, malam‑malam tidak bisa tidur, selalu diam‑diam sebut namanya, waktu ketemu dia, engkau bukan hanya lihat, engkau mau pegang. Dari pegang, engkau ingin mencium dia. Bukan berhenti pada cium dia, engkau mau buka pakaian dia. Setelah engkau melihat tubuh dia, engkau ingin tidur dengan dia. Jangan kira‑kira engkau boleh sembarangan jatuh cinta lalu hari depan tidak usah bertanggung jawab. Saya membaca dan menguraikan fasal ini dengan penuh perasaan takut. Saya memikirkan hal yang terjadi 3.000 tahun yang lalu. Saya kuatir hal ini mungkin terjadi pada kamu satu persatu.

Setelah Amnon pegang tangan daripada gadis yang cantik ini, mulailah keluar kalimat bukan mau makan, dia berkata, “Saya ingin tidur sama kamu.” Adiknya terkejut, tidak tahu apa yang harus dijawab. Dia cuma mengatakan, “Tidak. Jangan. Di tengah‑tengah bani Israel tidak ada orang yang boleh berbuat hal seperti ini.” “Bagaimanapun saya harus mendapatkan engkau. Saya tidak mungkin mencintai orang lain. Saya hidup hanya untuk memperoleh engkau menjadi istriku.” Perempuan ini terkejut setengah mati. Dia tidak bisa menjawab. Dia hanya sementara mengatakan, “Kalau demikian, mintalah kepada Papa. Dia raja, dia berhak. Mungkin dia memberikan aku kepadamu.” Kasihan perempuan di dalam keadaan tidak tahu harus bicara apa, mengatakan kalimat yang tidak mengerti, itu salah juga. Tetapi inipun tidak menenangkan Amnon. Ini pun tidak menghentikan kemauan Amnon karena kakaknya sudah mempunyai keinginan lama. Dia tidak bisa tahan diri lagi. Dia berkata, “Tidak. Sekarang tidur dengan saya.” Perempuan ini tidak tahu bagaimana menjawab lagi. Alkitab berkata, karena kakaknya mempunyai kekuatan lebih besar, langsung menodai dia.

Dengar kalimat di bawah ini. Allah menciptakan manusia laki‑laki dan perempuan dengan berbeda. Laki‑laki mempunyai pundak lebih besar, kekuatannya ada di bagian atas. Perempuan mempunyai pinggang besar, kelebihannya ada di bagian bawah. Laki‑laki dicipta untuk menjadi manusia lebih gagah, lebih kuat, untuk membela perempuan yang lebih lemah. Perempuan dicipta pinggangnya lebih besar karena dia mempunyai tugas harus mengandung anak. Dia harus memelihara hari depan keturunannya. Dia bertanggung jawab seumur hidup. Jikalau lakilaki lupa dia lakilaki dan lupa kewajibannya untuk membela perempuan dan kalau perempuan lupa dia perempuan, lupa dia harus memelihara anakanak, membesarkan mereka dengan pribadi sebagai ibu, maka dunia ini akan menjadi kacaubalau. Inilah yang terjadi di dalam pasal ke‑13 ini. Amnon memakai kekuatan badannya untuk memperkosa perempuan. Di dalam hal ini saya tidak lihat ada kesalahan dari Tamar. Dia menolak. Dia tidak mau menerima kemauan dari laki‑laki yang brutal itu. Tetapi dia tidak mempunyai kekuatan untuk menolak. Akhirnya dia dinodai di kamar yang dikunci. Perempuan ini tidak bisa apa‑apa. Hanya bisa sedih dan menangis. Seks yang rela itulah kenikmatan. Seks yang tidak rela adalah siksaan.

Kenikmatan sementara, hanya beberapa menit, setelah itu Alkitab mengatakan, Amnon mulai membenci perempuan itu. Saya tidak mengerti, tapi ini fakta di dalam dunia yang terjadi sehari‑hari. Bukankah dia ingin bertemu, ingin mendekat, ingin mendapatkan perempuan ini dan sudah pikir sampai sakit berbulan‑bulan? Bukankah ini cinta yang sangat mendalam, cinta yang begitu mengerikan? Bolehkah manusia meninggalkan cinta sedalam itu? Setelah berapa menit main seks selesai, cintanya hilang dan langsung menjadi benci. Dia waktu selesai memperkosa perempuan itu, dia mulai memikirkan, hari depan saya hancur sama sekali. Saya masih muda, masih panjang umurku, tapi mulai hari ini nama saya rusak, reputasi saya hancur. Saya punya hari depan tidak lagi cerah. Semua orang akan menghina saya. Semua orang akan mencela saya. Saya tidak mungkin mengembalikan nama baik. Saya tidak mungkin mengembalikan hari depan yang lancar, karena saya akan dibuang oleh masyarakat. Saya akan dihina oleh seluruh bangsa.  Amnon memikirkan semua ini, lalu dia mengambil kesimpulan, yang menghancurkan hari depan saya, yang merusak nama saya, hanya satu sebab karena kamu cantic, akhirnya saya hancur. Saya menjadi korban dari perempuan ini. Orang yang melukai orang lain sekarang merasa menjadi korban. Dia kira, dia yang dilukai oleh perempuan ini. Inilah hal yang paling tidak adil di dalam seluruh sejarah. Perempuan yang tidak salah engkau telanjangi, engkau tiduri, lalu engkau benci dia — engkau telah melakukan hal yang paling kurang ajar. Setelah itu Amnon mengusir Tamar.  Sebelumnya begitu cinta. Sekarang dia membuang Tamar dengan kalimat yang paling kasar, “Keluarlah engkau. Pergi dari aku. Aku benci kamu.”

Saya mau tanya, mengapa cinta menjadi benci? Di antara cinta dan benci tidak ada batasnya. Kalau ada batas, batas yang hampir tidak ada jaraknya. Ini hal yang psikologi tidak bisa menjawab. Ini hal yang manusia sulit mengerti. Tetapi ini fakta. Fakta yang terjadi saban hari. Mengapa ada orang baru nikah bunuh diri? Mengapa baru cinta langsung menjadi benci? Karena terlalu mudah mendapatkan yang kau inginkan secara berdosa.

Hai perempuan yang masih muda, jangan kira kamu pintar mengatur hidupmu. Dan jangan kira kamu sudah sekolah tinggi, engkau tidak mungkin meleset. Perempuan‑perempuan yang dicintai laki‑laki, diminta apa saja langsung mengikuti, langsung memberikan, itu perempuan yang bodoh.

Inilah yang terjadi antara Amnon dan Tamar. Yang terlalu mudah engkau peroleh, pasti engkau rasa itu murah, itu tidak ada harga.

Saya menganjurkan semua wanita menghargai diri, jangan murah memberikan apa yang paling penting di dalam hidupmu. Di dalam tubuh perempuan ada selaput yang tidak ada pada laki‑laki. Dan engkau harus tahu itulah tempat maha suci. Hanya suamimu yang boleh masuk ke dalamnya. Itu tidak boleh dinyatakan kepada siapa pun kecuali pernikahan yang suci yang Tuhan izinkan kepada kamu. Mengapa pelacur dihina? Karena di dalam tubuh mereka tidak ada tempat yang dianggap maha suci. Tidak ada satu kebudayaan, tidak ada satu negara yang menjunjung tinggi peran pelacur. Apalagi di dalam tubuh seorang perempuan Kristen. Kita mengetahui prinsip Alkitab. Kita mengetahui hukum Musa. Kita mengetahui apa yang disebut ciptaan Tuhan. Kalau lakilaki tidak menghargai engkau, jangan dekatdekat mereka. Jikalau lakilaki menganggap engkau murah, jauhkan dirimu dari mereka. Kalau yang dianggap sangat mudah diperoleh, pasti juga sangat dihina. Tidak ada orang menghargai barang yang terlalu murah, apalagi sama sekali tidak ada harganya.

Tamar hanya bisa menangis tidak habis‑habis. Alkitab mencatat, dia mengambil abu lalu ditaruh di kepalanya. Inilah tanda paling sedih di dalam seluruh kitab suci. Beberapa menit yang lalu dia disenangi orang, tetapi diperkosa dan sekarang dia tidak dihargai lagi. Dia keluar dengan air mata dan dengan abu di kepalanya. Orang langsung menduga pasti perkosaan sudah terjadi. Meskipun kakaknya anak raja, keluarga yang paling kuat dan paling berkedudukan tinggi, tetapi semua orang mulai diam‑diam menghina pria yang memperkosa dan mengasihani perempuan yang diperkosa. Keluarga Daud mulai hari itu sama sekali tidak sama dengan sebelumnya. Hari depan awan gelap menudungi kerajaan Israel karena raja mereka mempunyai keluarga yang tidak ada lagi perdamaian. Hal yang akan terjadi sangat mengerikan. Inilah nubuat dari Natan yang berkata, “Pedang tidak akan meninggalkan keluargamu.” Ini mulai terjadi.  Di dalam Alkitab kita melihat anak Daud harus mati empat orang. Pertama, anak hasil perzinahan dengan Batsyeba, belum berapa hari sudah mati. Sesudah itu masih ada tiga anak Daud satu per satu dimakan oleh pedang, harus mati.

Bukankah Daud orang yang paling dicintai oleh Allah Bapa? Bukankah Daud yang disebut berkenan di hati Tuhan? Bukankah Allah memilih Daud untuk mengganti Saul menjadi raja tertinggi di Israel? Jangan kira engkau dicintai oleh Tuhan, engkau boleh sembarangan berbuat dosa. Jangan kira engkau orang yang berkenan di hati Tuhan, engkau akan diberi kelonggaran dan tidak diberikan penghakiman. Saya kira semua orang yang sudah melangsungkan pernikahan di dalam sejarah ini, tidak pernah ada yang  mendapatkan kutukan penghakiman lebih berat daripada raja Daud. Bayangkan hari engkau pegang tangan istrimu, masuk ke dalam gereja dan diberkati menjadi suami istri. Apa yang engkau pikirkan di dalam hatimu? Saya harap hidup bersama dengan istri saya sampai ajal datang. Engkau harap mulai hari ini kami bahagia tidak habis‑habis, berpuluh‑puluh tahun membesarkan anak, melihat cucu sampai bertemu dengan Tuhan. Pikiran yang indah seperti ini tidak ada lagi di dalam pikiran Daud. Karena Natan berkata, “Pedang tidak akan meninggalkan rumah tanggamu.” Saya pikir menjadi Daud tidak lebih bahagia dari Stephen Tong. Saya seumur hidup terus menikmati anugerah Tuhan. Saya mendapatkan anak, saya mendapatkan 9 cucu, semua diberkati Tuhan. Sekarang cucu saya paling besar umur 23. Cucu saya paling kecil sudah umur 8. Mereka mencintai Tuhan, semua ikut JOS. Waktu saya menonton rekaman dari conducting saya Beethoven 9, saya kaget karena cucu yang umur 13 juga ikut menyanyi dan bisa hafal setiap kalimat Beethoven Symphony 9 movement ke4. Dia dapat bernyanyi dengan sepenuh hati. Saya bandingkan, yang begitu dicintai oleh Tuhan tidak lebih bahagia dari saya. Waktu saya lihat anak saya, saya lihat cucu saya, saya memberkati mereka. Harap satu – satu dipakai Tuhan luar biasa seperti Tuhan sudah memakai saya selama hampir 70 tahun. Bagaimana dengan perasaan raja Daud? Setelah kalimat nabi Natan, bagaimana perasaan Daud karena tidak tahu siapa yang akan mati. Sampai dia mati, dia tidak pernah sejahtera. Menjadi raja, tetapi tidak ada damai. Dia orang yang mempunyai kuasa terbesar, tapi tidak menjamin anaknya akan damai. Sebagaimana Tuhan menghadapi Daud, jangan kira Tuhan akan membiarkan kita berdosa tanpa mendapatkan apa yang perlu dibalas oleh Tuhan. Berbuatlah baik, jangan berbuat jahat. Karena setiap orang akan menerima hal yang ditimpa kepada dia sesuai perbuatannya, baik atau jahat. Saya sangat takut dengan hal seperti ini.

Dua tahun kemudian, Amnon dibunuh oleh kakaknya yang lain, yaitu Absalom. Ini tragedi yang sangat menakutkan terjadi di dalam keluarga raja Israel. Mari kita yang berada 3000 tahun kemudian, jangan pikir kita bisa terhindar dari kecelakaan yang besar seperti ini. Orang yang sembarangan melakukan pelampiasan nafsu seks, akan menerima kesulitan yang tidak berbeda. Apa yang terjadi pada Amnon juga mungkin terjadi di dalam hidup kita masing‑masing. Jangan kira engkau akan luput. Engkau tidak mungkin menghindari apa yang ditulis di dalam Alkitab. Amnon selesai memperkosa, seperti tidak ada yang menghakimi dia. Tetapi Tuhan tidak membiarkan dia. Hari lewat demi hari, kebencian di hati Absalom tidak berhenti. Kira‑kira 730 hari kemudian, terjadilah kecelakaan yang besar bagi Amnon. Absalom mempunyai rencana mengundang semua saudaranya datang ke rumahnya. Dia mengadakan pesta besar dan menyiapkan makanan untuk semua saudaranya. Dia juga minta raja Daud datang. Sesungguhnya dia mau papanya datang untuk melihat dia membunuh kakaknya. Raja Daud sudah merasakan ada hal yang tidak baik, karena dia tahu Amnon juga diundang. Dia sudah minta supaya Amnon tidak usah diundang, tetapi karena Absalom terus meminta, maka Daud tidak lagi bisa menolak. Semua saudara tiba di rumah Absalom. Amnon kira sudah dua tahun, semua sudah lupa. Dengar kalimat di bawah ini, yang kau lupa, orang lain tidak tentu lupa. Apalagi kalau kau berbuat jahat. Bagi orang yang menaruh dendam, dua tahun hidup terlalu pendek. Sepuluh tahun tetap ingat. Dua puluh tahun tetap ingat. Mereka akan ingat kebencian terhadap engkau sampai mati tidak lupa.

Amnon melihat semua saudara di rumah Absalom, semua minum anggur bersenang‑senang, dia juga minum dengan tidak waspada apa yang akan terjadi. Absalom sudah beritahu kepada orangnya, “Jikalau Amnon sedang minum-minum, ambillah pedangmu, tusuk dan bunuh dia. Ini perintahku yang harus engkau jalankan.” Cinta lebih mudah dilupakan orang. Benci lebih tidak mudah dilupakan oleh siapapun. Waktu Amnon lagi minum enak‑enak, ada orang mendekat dia dan dengan pedang langsung tusuk ke dalam jantungnya. Dia langsung mati di rumah Absalom. Waktu datang dengan gagah sebagai anak raja, tidak sangka bisa pergi tidak bisa balik. Pergi dengan sehat, balik jadi mayat. Daud menangis, dia ingat kalimat Natan, pedang tidak akan meninggalkan rumah tanggamu. Kalimat itu menghantui dia seumur hidup. Hari ini khotbah tidak memberikan kepada engkau kabar yang baik. Memberitahu kepada engkau, orang yang memperkosa orang lain akhirnya dibunuh mati. Hati‑hati dengan orang yang terlalu mencintai engkau, tapi cintanya tidak beres. Perempuan hati‑hati pada mereka yang datang kepadamu, dia hanya mau memperkosa, tapi tidak mencintaimu.

500 tahun sesudah terjadinya Amnon memperkosa Tamar, di Tiongkok Kongfucu mencatat dua kalimat ini, “Hubungan antara orang agung tawarnya seperti air. Hubungan antara orang kecil manisnya seperti anggur.” Saya mulai belajar membedakan cinta kasih orang agung sama cinta kasih orang kerdil. Dari perkenalan pengertian ini saya mulai memperhatikan cinta kasih laki‑laki dan perempuan. Ada orang laki tapi cinta dia manisnya seperti madu, itu cinta yang bahaya. Ada orang lelaki cinta kamu, cintanya sangat biasa, tawar seperti air yang tidak ada rasanya. Engkau harus menghargai cinta itu. 2500 tahun yang lalu, Kongfucu mengajar, “Hubungan yang indah, tawarnya seperti air. Tetapi cinta dan perhubungan antara orang kerdil manisnya seperti madu.” Apakah kita mengerti kalimat yang dalam ini? Banyak orang pacaran seperti madu yang lengket, satu detikpun tidak bisa pisah. Baru pacaran tiga hari sudah mau tidur, tidak pernah menghargai nilai hidup. Setelah tidur mereka mau cepat nikah. Sudah nikah, tidak lama cerai. Inilah hubungan yang bersifat madu, tapi tidak ada cinta yang anggun di antara dua orang itu. Sebaliknya, ada cinta agung antara dua orang yang tawar seperti air, tapi mereka bertahan berpuluh‑puluh tahun menjadi keluarga teladan. Saya berani mengatakan kalimat ini karena saya sudah menikah 55 tahun. Saya dan istri saya, saling menghormati dan tidak mencurigai satu dengan yang lain. Kiranya Tuhan memelihara dan menjaga hidup kita, dan kita memuliakan namaNya untuk selama-lamanya.